PAKUNJARAN Ramadhan mubarak, bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, kira-kira begitulah ungkapan-ungkapan pendek yang sering kita temui di berbagai media saat menjelang dan memasuki bulan Ramadhan. Tapi apakah benar kita sudah sepenuhnya menginsafi ungkapan-ungkapan kita dengan lelaku, atau hanya sekedar jargon yang kita lafadzkan, atau justru lebih naif hanya ungkapan yang kita tulis atau kita baca tanpa benar-benar memahami maksud dari tulisan tersebut? Sebuah kalimat yang diucapkan tanpa kesadaran adalah perbuatan ndeleming, apalagi tanpa dibarengi dengan lelaku, maka itu disebut ndeleming tanpa amal. Ilmu yang tak berwujud pada perbuatan. Tapi kita kan sudah berpuasa, bukankah itu berarti kita sudah mewujudkannya dalam perbuatan? Ya, kita memang sudah melakukan ‘ritual’ puasa secara lahir, tapi apakah kita sudah mempuasakan hati dan jiwa kita dari syahwat? Padahal, yang terpenting untuk diperhatikan agar kita benar-benar bisa merasakan keberkahan Ramadhan adalah mempuas...