Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Edisi 18 Selometan

SELO-METAN Bulan ke sebelas tahun Hijriyah; Dzulqo’dah, dalam kalender Jawa disebut bulan Selo. Dalam dialek keseharian masyarakat Jawa, kata selo bisa berarti waktu senggang, terjepit, atau berada di antara dua bagian yang menghimpit. Dinamakan ‘Selo’ karena bulan ke sebelas ini berada di antara dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitri (bulan Syawal) dan hari raya Idul Adha (bulan Dzulhijjah). Masyarakat sering memanfaatkan waktu ‘selo’ (senggang) untuk menyegarkan badan dan fikiran setelah sekian waktu lainnya disibukkan dengan aktifitas keseharian, baik pekerjaan, belajar, maupun aktifitas-aktifitas lain yang menguras energi. Ada yang dengan beristirahat seharian di rumah sambil bercengkrama dengan keluarga, ada yang dengan mendatangi tempat-tempat rekreasi, ada yang menghabiskan waktu selo untuk menyalurkan hobi seperti memancing, traveling, dan sebagainya. Namun ada tradisi menarik yang sudah turun temurun di kalangan masyarakat untuk mengisi ke-selo-an, yaitu kumpul-kumpu...