MOVE ON
Kenangan adalah hal yang niscaya. Setiap manusia yang hidup pada hari ini pasti mengalami sejarah, memiliki kenangan, yaitu hari kemarin. Meski banyak manusia yang menjadi kokoh dan berdiri tegak hari ini karena sejarah di hari kemarin yang mengokohkan pijakan kakinya, tapi tak jarang pula manusia yang terpuruk hari ini tersebab masa lalunya terlalu kelam untuk dijadikan pijakan menjalani hari-hari berikutnya. Mereka yang tetap terpuruk itu adalah orang-orang yang tidak mampu mentas dari bayangan kelam masa silamnya, gagal move on.
Itu adalah gambaran personal, orang per orang yang terpuruk akibat beban masa silam sehingga kesulitan move on. Lalu apakah virus kesulitan bangkit dari keterpurukan atau gagal move on ini bisa menjangkiti sebuah kelompok masyarakat? Dalam konteks yang lebih luas, bisakah melanda sebuah bangsa? Sangat mungkin. Karena kelompok masyarakat yang berhimpun dalam sebuah bangsa terdiri manusia-manusia yang sama memiliki kemungkinan terjangkit virus yang melemahkan ini.
Apa sebenarnya faktor utama virus gagal move on mudah sekali menjangkiti manusia? Bisa jadi karena manusia begitu mudah putus asa. Mereka lupa bahwa Allah tidak mungkin sembrono menimpakan cobaan yang melebihi batas kemampuan hamba yang diuji. Padahal sudah jelas ditegaskan oleh-Nya bahwa Dia hanya memberikan ujian sesuai takaran yang mampu kita selesaikan. Jadi, jika kita merasa masalah yang menimpa kita terlalu berat bagi kita, itu adalah pertanda bahwa kita tidak menyadari kemampuan besar yang juga dianugerahkan oleh Allah untuk mengatasi setiap persoalan yang dihadapkan pada kita.
Bangsa kita hari ini pun demikian. Ujian yang menimpa negeri ini begitu kompleks dan berat. Cukup untuk meruntuhkan mental para pengecut sehingga akan beranggapan bahwa bangsa yang pernah sangat ditakuti oleh dunia ini akan sulit bangkit dan keluar dari keterpurukan. Jangan lupa, kita ini bangsa besar. Ombak dan badai yang lebih besar pernah, dan berkali-kali menerpa bangsa kita. Dan kita masih berdiri tegak sampai sekarang. Nenek moyang kita sudah mengajarkan bagaimana keluar dari setiap persoalan, menyingkirkan duri yang menghambat perjalanan bangsa ini. Semestinyalah kita berkaca, kita belajar, kita mengambil teladan kepada para pendahulu kita bagaimana kita berdiri tegak sebagai sebuah bangsa. Tak perlu takut akan bayang-bayang kehancuran. Setiap masalah ada solusinya, dan tugas kita menemukannya. Bangkitlah!! Move on!!
Kita sedang berada pada bulan Muharram. Bulan yang di dalamnya banyak kisah mukjizat para Rasul kekasih Allah. Nabi Ibrahim as. selamat dari kobaran api pada bulan ini, Nabi Yunus as. keluar dari mulut ikan pada bulan ini, dan banyak deretan kisah “move on” para kekasih Allah terjadi pada bulan ini. Maka, inilah saatnya kita bangkit merebut kembali kejayaan bangsa Nusantara ini dari cengkeraman kapitalisasi, keluar dari kabut ketakutan akan bangkitnya pemberontakan kaum ‘kiri’ yang entah dihembuskan oleh siapa. Jangan pernah takut bangsa ini akan runtuh begitu saja. Harapan itu masih ada. Dan Allah senantiasa bersama kita, selama kita mau memperjuangkannya.
Edisi #20, 03 Oktober 2017

Komentar
Posting Komentar