REBORN
Setiap orang menginginkan semua hal yang dilakukan dalam hidupnya selalu berhasil dengan baik. Sampai berdo'apun minta "fi dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah." Itulah sifat naluriah manusia yang hidup dengan tujuan dan ambisinya.
Namun, terkadang kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, orang sering mengalami kegagalan dalam proses hidup ini, misalnya gagal dalam belajar, asmara, karir, rumah tangga, pergaulan, dan sebagainya. Sehingga sebagian orang berasumsi bahwa kegagalan menjadi peristiwa akhir dari segala-galanya, atau sudah tidak ada harapan sama sekali hingga ke tingkat "Taiasu."
Akibatnya orang semakin terpuruk ke dalam kegagalan itu sendiri dan tidak mampu mengatasinya. Jika terjadi demikian orang lebih memilih untuk lari dari kenyataan seperti, minuman keras, mengkonsumsi narkoba, berjudi, begadang, foya-foya, dan sebagainya yang dianggapnya mampu mengatasi persoalan. Bahkan jika tidak mampu mengatasi persoalan, tak jarang ada yang sampai berani mengakhiri hidupnya.
Sebaliknya, ada orang yang menyikapi kegagalan dalam hidupnya dengan bijaksana. Yaitu orang yang mampu bangkit dan berusaha agar tidak mengalami kegagalan yang sama.
Bangkit setelah gagal sama kualitas dan derajatnya dengan Insyaf setelah melakukan kekhilafan. Dalam bahasa kekinian, bangkit dan insyaf tersebut biasa dikenal dengan REBORN atau Lahir kembali.
Reborn adalah suatu awal dalam menentukan pembaharuan diri sebelum kemudian bertindak untuk memenuhi kewajiban kita untuk mencintai sesama dalam mewujudkan "anfa'uhum linnas." Ketika diri telah dipenuhi rasa muthma'innah maka yang keluar dari diri adalah keindahan sebagaimana Innalloha Jamaal wa yuhibbu jamiil, yang manifestasinya adalah kasih sayang. Rahmat lil 'alamin.
Alloh SWT menciptakan dunia dan manusia karena Rohman dan Rohim-Nya, serta untuk membagikan Rohman dan Rohim-Nya.
Dengan mengingat Rohman dan Rohim-Nya, maka kegagalan dan penderitaan tidak perlu dijelaskan lagi. Kegagalan dan penderitaan harus dihadapi baik secara pribadi maupun secara berMaiyah baik sesama manusia maupun dengan Alloh SWT dan Rasulnya. Harapannya bahwa orang dapat menerima anugerah "hidupnya kembali" setelah keterpurukan yng dialaminya dan tetap menghargainya sebagai suatu anugerah dari Alloh SWT.
Karena pedoman hidup ini bukanlah “KAREPE kita”, dan bukan pula bukan “KUDUNE kita.” Kita boleh berrencana, tapi Allah SWT jua yg menentukan hasilnya. Karena kita adalah Berasal dari-Nya, Hidup untuk-Nya, dan Kembali kepada-Nya.
Selamat ter-Lahir Kembali, Selamat Reborn, dan Selamat atas Kelahirannya.
Banyuwangi, 31 Januari 2017

Komentar
Posting Komentar