Langsung ke konten utama

Edisi 29 Sembyarang mbyarang



SEMBYARANG-MBYARANG Edisi 29


Sembyarang-mbyarang...!
Sembyarang-mbyarang...!

Suworone Bek Rouk (bakulan Mlijo) keliling, nyeluk-nyeluk pelanggane nawakaken dyagangane, nggyarai wong penasaran Paran hang di dol ndane.

Temokaken serto Bek Rouk diceluk isine dyagangane macem-maceme panganan, mulai janganan, lawuh nggo madyang, sampek jyajan pasar.

Aran 'Sembyarang-mbyarang' nggarai pikiran lan ati mulek, gelingsetan Hing karuan, penasaran kepingin weruh Paran byawen isine sembyarang-mbyarang iku. Koyo pikiran lan atine menungso kang isine sembyarang-mbyarang.

Dadi menungso Iki koyo wadah kang isine sembyarang-mbyarang, mulo kudu ditoto lan diatur hang apik.

Sejatine isine gemebyare alam iki Kabeh Yo sembyarang-mbyarang, umpomo diomongno siji-siji hing ono enteke, mangkane enak e diarani sembyarang-mbyarang wes beres, ringkes, hing katek ruwet-ruwetan.

Umpomo o mbyahas siji perkoro, isine yo mesti sembyarang-mbyarang, contone kadung ngomongaken perkoro tempe, ono deleik, ragi, bungkus plastik, godong, Kang Takim (hang nggawe tempe). Kadung ngomongno mati, Ono pacul, sekrop, kateil, mouden lan sak tunggyale. Saking akehe, _fabi'ayyi'aa laa'i Robbikuma tukadzibaan_?

Mulo ayo klendi enak ke hang sembyarang-mbyarang iki biso ditoto, dijogo, lan digowo. Myakne podo paham, kabeh hang sembyarang-mbyarang iki sejatine yo mung titipan. Mulo iku myakne Hing dadi perkoro kang sembyarangan.

Tau Apik

Contact Person / WhatsApp :
085745592523 : Mas Yongki
085236999911 : Mas Endy

Media Sosial :
Website         : http://rampakosing.blogspot.com
Fanspage        : Rampak Osing
Instagram       : @rampakosing
Twitter            : @RampakOsing

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edisi 34 Bebrayan Agung

Majelis Masyarakat Maiyah Rampak Osing Banyuwangi   edisi 34 BEBRAYAN AGUNG   ( Babakan jatidiri ) “Wong Jowo ilang jawane”, unen-unen ini sudah sangat familiar di telinga kita. Secara harfiah kita sebagai orang Jawa tentu bisa memahami maknanya bahwa kebanyakan kita sebagai manusia Jawa tidak lagi njawani, tidak mencerminkan diri kita sebagai orang Jawa seutuhnya. Entah itu secara budaya, secara bahasa, secara etika, maupun secara keluhuran budi. Akan tetapi mungkin banyak di antara kita yang tidak memahami filosofi, sejatining esensi kalimat ini. Masyarakat Jawa adalah masyarakat yang sejak dulu memiliki peradaban luhur. Coba kita pelajari sejarah leluhur kita, bangsa Jawa. Peradaban dan tatanan kehidupan mereka sudah sangat maju. Jauh lebih maju dari yang kita pelajari selama ini. Apa yang disuguhkan oleh catatan sejarah maistream hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan kemajuan peradaban dan kebudayaan nenek moyang kita. Bahkan sebagian kecil itu sudah banyak...

Edisi 16 Pakunjaran

PAKUNJARAN Ramadhan mubarak, bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, kira-kira begitulah ungkapan-ungkapan pendek yang sering kita temui di berbagai media saat menjelang dan memasuki bulan Ramadhan. Tapi apakah benar kita sudah sepenuhnya menginsafi ungkapan-ungkapan kita dengan lelaku, atau hanya sekedar jargon yang kita lafadzkan, atau justru lebih naif hanya ungkapan yang kita tulis atau kita  baca tanpa benar-benar memahami maksud dari tulisan tersebut? Sebuah kalimat yang diucapkan tanpa kesadaran adalah perbuatan ndeleming, apalagi tanpa dibarengi dengan lelaku, maka itu disebut ndeleming tanpa amal. Ilmu yang tak berwujud pada perbuatan. Tapi kita kan sudah berpuasa, bukankah itu berarti kita sudah mewujudkannya dalam perbuatan? Ya, kita memang sudah melakukan ‘ritual’ puasa secara lahir, tapi apakah kita sudah mempuasakan hati dan jiwa kita dari syahwat? Padahal, yang terpenting untuk diperhatikan agar kita benar-benar bisa merasakan keberkahan Ramadhan adalah mempuas...

Edisi 27 Al Ngadatu Muhakamah

AL NGADATUL MUHAKAMAH Edisi 27 Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan , kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan disuatu daerah. Adat dapat bermula dari seorang yang ditokohkan pada suatu daerah tertentu, yang mengajarkan hal baru untuk menentukan tatanan yang lebih baik sehingga diterima, disepakati dan mampu dijalankan oleh masyarakat setempat. Selain itu adat juga bisa ditetapkan berdasarkan kesepakatan masyarakat tentang suatu hal untuk tujuan kemaslahatan bersama. Ketika adat telah disepakati dan berlangsung maka ia akan disebut sebagai adat-istiadat. Adat-istiadat adalah tradisi atau kebiasaan masyarakat yang berlaku pada suatu daerah tertentu. Jika adat istiadat telah mengakar pada masyarakat maka timbulah kecenderungan yang sangat kuat untuk mengikutinya. Karena itulah mau tidak mau setiap orang harus patuh terhadap adat istiadat yang berlaku. Apabila adat ini tidak dilaksanakan akan terjadi keran...