Bismillah...
Salaamun Qoulam Min Robbirrohim.
Majelis Masyarakat Maiyah
RAMPAK OSING Banyuwangi
Edisi 36 BEBRAYAN AGUNG (Hakaryo Ing Nyoto)
Hidup adalah menjalani proses. Proses yang sudah dituliskan oleh Sang
Pencipta kehidupan. Setiap proses dimulai dari titik awal dan akan
berhenti di titik akhir. Pada akhir cerita, setiap manusia akan disidang
dan dinilai bagaimana cara ia menjalani kehidupan dalam sebuah
pengadilan akhirat yang tidak ada kebohongan dan tidak ada suap-menyuap
di sana. Sekecil apa pun olah perbuatan manusia selama di dunia tak ada
yang luput dari timbangan dalam persidangan.
Karena jalan hidup
sudah digariskan oleh Penciptanya, maka rambu-rambu dan
perangkat-perangkat untuk menjalaninya tentu sudah disediakan. Tinggal
bagaimana manusia menemukan perangkat dan rambu-rambu itu kemudian
menjalani hidupnya sesuai dengan yang diinginkan oleh-Nya. Jika kita
sebagai manusia, sebagai objek sekaligus subjek dalam tatanan kehidupan
ini ingin menjalani hidup sesuai dengan yang dikehendaki oleh-Nya, maka
kita harus menjalaninya secara runut.
Pertama kita harus
mengenali diri kita terlebih dahulu. 'Siapa yang mengenali jati dirinya
maka ia telah mengenal Tuhannya', demikian kata Sang Gerbang Ilmu.
Temukan jati dirimu, maka kau akan memahami apa tugasmu. Tugas yang
diembankan oleh Sang Hyang Wenang atas dirimu dalam berproses menjadi
khalifah di jagad ciptaan-Nya.
Menjadi khalifah bukan berarti
kita punya wewenang untuk menguasai semesta. Karena khalifah bertugas
sebagai pelayan. Melayani Sang Pencipta dengan menyawijikian
eksistensi-Nya dan melayani sesama makhluk dengan tidak berlaku
semena-mena. Ambillah sebatas yang kau perlukan kemudian kerjakan tugas
yang kau emban. Itulah etape ke dua, nrimo ing pandum.
Setelah
dua syarat itu terpenuhi, maka yang selanjutnya adalah mulai beraksi.
Menjalani titah Allah. Hakaryo ing nyoto; bertindak, action, berbuat
sesuatu.
Melakukan tindakan, berkarya, menjalani titah, tidak
selalu harus dimaknai dengan sesuatu yang konkrit saja. Tetapi sesuatu
yang abstrak juga harus dikerjakan. Hakaryo ing nyoto, melakukan
tindakan nyata dalam dunia konkrit, dan konkrit melakukan tindakan dalam
dimensi abstrak. Keduanya harus seimbang dan berjalan seiringan. Karena
alam konkrit dan alam abstrak keduanya berjalan berdampingan, tak bisa
dipisahkan. Jika kita hanya fokus berkarya di salah satu dimensi dan
melupakan dimensi yang lain, maka kita telah meninggalkan unsur kedua
yaitu nrimo ing pandum.
Bangunlah dari tidurmu. Temukan jati dirimu, laksanakan tugasmu.
Contact Person / WhatsApp :
085236999911 : Mas Endy
Media Sosial :
Blog: http://rampakosing.blogspot.com
Fanspage : Rampak Osing
Instagram : @rampakosing
Twitter : @RampakOsing

Komentar
Posting Komentar